PSI mengirimkan surat protes ke SBY atas tindakan union-busting yang dilakukan manajemen PT PLN

Public Services International (PSI) mengirimkan surat protes kerasnya kepada Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Surat ini dikirimkan atas berbagai taktik union-busting yang dilakukan oleh Manajemen PT PLN Persero terhadap Serikat Pekerja PT PLN Persero (SP PLN). Dalam surat protes tersebut PSI telah menjelaskan berbagai tindakan sistematis pelanggaran kebebasan berserikat termasuk: menolak legitimasi organisasi SP PLN yang telah memilih dengan syah Saudara Riza Fauzi sebagai Ketua Umum yang mengganti Saudara Ahmad Daryoko, tindakan paksa penggosongan kantor DPP SP PLN Persero dengan menggunakan aparat keamanan, pembuatan PKB dengan serikat pekerja kuning, mencegah anggota untuk membayar iuran dengan mencabut fasilitas pungutan iuran melalui potong gaji (check-off system) dan sebagainya. Tindakan intervensi manajemen PT PLN Persero tersebut telah dengan sangat jelas melanggar konvensi ILO no 87 dan 98 yang telah diratifikasi (disyahkan) oleh pemerintah Indonesia. PSI mengetahui bahwa taktik tindakan union-busting oleh manajemen SP PLN dilakukan karena aksi SP PLN yang secara tegas, jelas dan terus menerus melakukan kampanye anti-privatisasi sektor kelistrikan. PSI sepenuhnya mendukung aksi yang dilakukan oleh SP PLN untuk menentang privatisasi sektor kelistrikan karena akan sangat jelas merugikan masyarakat Indonesia, dan bukti ini telah dengan jelas dipaparkan bahwa privatisasi sektor kelistikan berdampak pada rendahnya mutu layanan dan peningkatan tarif listrik. Oleh karena PSI meminta Presiden untuk memulihkan situasi yang terjadi dan mengambil tindakan serius dengan memulihkan kembali hak-hak SP PLN dan para anggotanya.

baca selengkapnya surat PSI disini!

Advertisements