Pengurangan Jam Kerja Perempuan Diskriminatif

Sumber: Kompas – Sabtu, 06 Desember 2014

Gagasan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengurangi jam kerja karyawati menuai pendapat pro dan kontra di masyarakat. Hal itu tecermin antara lain melalui media sosial Twitter.

Mereka yang menolak menyebut gagasan itu mendiskriminasi dan sebuah kemunduran. Yang didiskriminasi adalah laki-laki, yaitu para ayah, serta perempuan tidak menikah dan perempuan dengan anak. Sementara pendukung gagasan itu berpendapat ibu akan memiliki waktu lebih banyak dengan anak-anaknya.

Gagasan Wapres Jusuf Kalla itu diungkap Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) Nurhasan Zaidi, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (25/11/2014), seusai mereka bertemu. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menganggap gagasan itu mendiskriminasi perempuan (Kompas.com, 3/12), Menteri Yohana Yembise melihat dampaknya dapat merugikan perempuan. Upah perempuan pekerja akan dikurangi. Mengasuh anak, kata Yohana, tugas bersama ayah dan ibu. Dia berjanji untuk membicarakan hal ini dengan menteri-menteri terkait di Kabinet Kerja.  Continue reading Pengurangan Jam Kerja Perempuan Diskriminatif

Advertisements

Perempuan sebagai Kekuatan Pembangunan

Sumber: Kompas Cetak, Jumat 5 Desember 2014

JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sedang menyatukan pengarusutamaan jender pada semua kebijakan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang ramah terhadap perempuan dan anak, sekaligus menyejahterakan mereka.

”Jumlah perempuan dan anak mencapai 70 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Namun, mereka masih diperlakukan sebagai obyek pembangunan, bukan kekuatan pembangunan. Oleh karena itu, kebijakan yang responsif jender harus diterapkan di seluruh aspek,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise dalam pidato pembukaan Pertemuan Koordinasi PPPA dan Lokakarya Sinergitas Pusat Studi Wanita dan Jender di Jakarta, Kamis (4/12).  Continue reading Perempuan sebagai Kekuatan Pembangunan

Sumber: BBC Indonesia

Wanita di Eropa mungkin lebih berpendidikan atau bekerja lebih keras daripada laki-laki, tetapi gaji mereka lebih sedikit dibandingkan kaum pria, papar Organisasi Buruh Internasional (ILO).

Perbedaan gaji antara pria dan wanita di Eropa berkisar antara sekitar 100 euro (sekitar Rp1,5 juta) hingga 700 euro (sekitar Rp10 juta) per bulan, ungkap ILO.

Wanita di Inggris memiliki gaji sekitar 28% lebih sedikit dibandingkan rata-rata pria, kata laporan tersebut.  Continue reading

‘Kebijakan Perusahaan Swasta Harus Sama bagi Perempuan’

Sumber: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pekerja atau buruh perempuan yang anaknya masih menyusui harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja.
Hal itu disampaikan Asisten Riset Prakarsa, Dwi Risna Yuniarti merujuk pada Pasal 83 Undang Undang (UU) tentang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003.

Oleh sebab itu Perusahaan swasta pun harus melakukan kebijakan pengurangan jam kerja seperti lembaga negara. “Saya setuju jika swasta memberlakukan pengurangan jam kerja bagi perempuan yang mempunyai anak,” tutur Risna.

Ia pun menambahkan penjelasannya dengan Pasal 128 Undang Undang Nomor 39 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Setiap bayi berhak mendapatkan ASI eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis. Selama pemberian ASI pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu secara penuh.  Continue reading ‘Kebijakan Perusahaan Swasta Harus Sama bagi Perempuan’

Kerap Dapat Shift Malam, 80 Persen Wanita Sulit Hamil

Sumber: Detik

Jakarta, Studi sebelumnya mengungkapkan bahwa wanita yang bekerja shift malam berisiko tinggi terkena kanker payudara. Sekali lagi, bahaya tengah mengintai wanita-wanita yang bekerja di shift malam. Sebuah studi baru menemukan shift malam menyebabkan pekerja wanita juga susah hamil.

Berdasarkan survei yang dilakukan tim peneliti dari Southampton University terhadap lebih dari 100.000 responden wanita ini pun terungkap bahwa pola kerja selain shift harian permanen dapat meningkatkan peluang gangguan siklus menstruasi hingga 33 persen dan keguguran sebesar 29 persen.

Dan bagi wanita yang hanya bekerja di malam hari, mereka berpeluang 80 persen lebih sulit untuk bisa mengandung dibandingkan wanita yang jam kerjanya siang hari. Mereka juga dua kali lebih mungkin dikategorikan ke dalam kelompok ‘sub-fertile’, atau gagal hamil dalam kurun waktu satu tahun.

Menurut Dr. Linden Stocker, seorang dokter anak yang juga sering mendapat shift malam, mengatakan bahwa masalahnya waktu tidur dan bekerja yang tak tentu tampaknya mengganggu jam biologis wanita, padahal hal itu juga membantu mengendalikan fungsi-fungsi kunci wanita seperti produksi hormon, mengatur suhu tubuh, tekanan darah dan detak jantung.  Continue reading Kerap Dapat Shift Malam, 80 Persen Wanita Sulit Hamil

Perempuan semakin terbebani imbas BBM naik

Sumber: Antaranews

Jakarta (ANTARA News) – Kenaikan Bahan Bakar Minyak atau BBM sudah dipastikan naik lewat disahkannya Bantuan Langsung Sementara Masyarakat oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam Rapat Paripurna Senin lalu. Kenaikan sebesar Rp1000-Rp2000 tersebut membuat para Organisasi Angkutan Darat (Organda) meminta kenaikan tarif hingga 35 persen.

Namun kenaikan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan atau angkutan umum saja. Para perempuan juga merasakan efek langsung kenaikan BBM tersebut.

Peran perempuan sebagai pengelola keuangan dalam rumah tangga membuatnya semakin terbebani manakala semua harga bahan pokok, pendidikan, jasa kesehatan, hingga susu formula ikut melambung. Tugas perempuan dan ibu akan semakin sulit dalam mengatur ekonomi rumah.

Salah satu anggota Komite Aksi Perempuan, Erna menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM bisa memicu semakin banyaknya kekerasan serta pelecehan kepada perempuan. Pelecehan tersebut bisa saja terjadi manakala pembagian BLSM dilakukan.

“Pembagian bantuan itu kan antri panjang. Disitu perempuan banyak dirugikan karena ada pelecehan,” kata Erna di kantor Kontras, Jakarta, Rabu.

Tidak hanya itu, demi menyeimbangkan ekonomi keluarga tidak sedikit perempuan dari keluarga menengah kebawah mencari pekerjaan tambahan untuk menambah penghasilan.  Continue reading Perempuan semakin terbebani imbas BBM naik

BBM Naik, Perempuan Paling Parah Terkena Imbasnya

Sumber: Okezone

SOLO – Selain berdampak kepada masyarakat luas, imbas terbesar dari rencana Pemerintah menaikan harga Bakar Bakar Minyak (BBM) akan sangat dirasakan kaum perempuan dan anak-anak.

Kenapa Perempuan dan Anak-anak yang paling parah terkena dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak? Menurut Agnes Dwirusjiyati, Jaring Aktifis Perempuan Indonesia mengatakan pengaturan tata keuangan di lingkungan keluarga adalah perempuan.

Dengan kenaikan BBM maka mereka harus bisa mengatur keuangan rumah tangga, di satu sisi harus memutar otak dengan kondisi realitas naiknya biaya hidup

“Sudah sangat jelas kenaikan BBM perempuanlah yang paling terkena imbasnya. Bagimana seorang ibu harus mampu mencukupi kebutuhan anak-anak, kebutuhan gizi, ketika kebutuhan pokok naik, namun pemasukan tidak bertambah, itu yang menjadi catatan khusus pemerintah,” papar Agnes kepada Okezone, di Solo, Jawa Tengah,Kamis (13/6/2013).  Continue reading BBM Naik, Perempuan Paling Parah Terkena Imbasnya