Malaysia Menaikkan Biaya Rekrut TKI

Sumber: Kompas

Dita Indah Sari, staf khusus Kementerian Tenaga Kerja saat meninjau para calon TKI ke Hongkong yang ditampung oleh PT Surabaya Yudha Citra Perdana yang berlokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (19/2/2013). | KOMPAS.com/Yatimul Ainun

KUALA LUMPUR, KOMPAS.COM – Pemerintah Malaysia telah setuju untuk menaikkan biaya perekrutan pembantu rumah tangga asal Indonesia dengan menaikkannya dari 4.500 ringgit (sekitar Rp 15,5 juta) menjadi 8.000 ringgit (sekitar Rp 24 juta). Peningkatan biaya dilakukan setelah mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan kedua negara.

Biaya perekrutan adalah ongkos yang harus dibayar pengguna jasa PRT kepada agen saat pertama kali merekrut PRT.

Berita itu dirilis Bernama, Senin (1/7), mengutip penjelasan Wakil Perdana Menteri Tan Sri Muhyidin Yasin. ”Biaya itu meliputi 200 jam pelatihan, dokumen perjalanan, makanan dan akomodasi untuk PRT sebelum diserahkan kepada pengusaha, transportasi, cek kesehatan, dan pembayaran untuk agen tenaga kerja di kedua negara,” katanya.  Continue reading Malaysia Menaikkan Biaya Rekrut TKI

Advertisements

Mimpi Perlindungan TKI

Kompas – Jumat, 2 November 2012

Kalau sampai hari ini masih ada yang berpikir bangsa Indonesia telah
berada pada trek yang benar sebagai negara maju dan tak mungkin tersesat
ke arah negara yang gagal, mungkin itu hanya para pemimpi di siang
hari.

Begitu juga jika masih ada yang berbuih-buih mulutnya mengatakan
pemerintah telah melakukan pelindungan yang optimal terhadap tenaga
kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, itu mungkin karena mereka memang
tak hendak bangkit dari tidur panjangnya. Tak usah dibangunkan, sudah
terlalu boros bangsa ini membuang energi untuk membuka lebar-lebar mata
mereka yang pejam permanen.  Continue reading Mimpi Perlindungan TKI

Hari Buruh: Migrant CARE unjuk rasa di Kedubes Malaysia

Sumber: BBC Indonesia

Kelompok pegiat hak buruh migran Migrant CARE hari inimelakukan demonstrasi di depan Kedutaan Besar Malaysia memprotes penembakan tiga TKI asal NTB di Negeri Sembilan, Malaysia.

“Kami menuntut pemerintah Malaysia bertanggung jawab dan mengusut tuntas terhadap penembakan 3 TKI asal NTB. Minta maaf saja dari pemerintah Malaysia tidak cukup,” kata direktur eksekutif Migrant CARE Anis Hidayah dalam pernyataan tertulis pada wartawan.

Anis mengatakan momentum Hari Buruh akan digunakan untuk mengingatkan pemerintah kondisi buruh dan pembantu rumah tangga migran di berbagai negara tujuan belum menunjukkan perbaikan.  Continue reading Hari Buruh: Migrant CARE unjuk rasa di Kedubes Malaysia

30 WNI Terancam Hukuman Mati

Sumber: Kompas Cetak

Lombok Barat, ANTARA – Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia Agus Triyanto AS mengatakan, sedikitnya 30 warga negara Indonesia terancam hukuman mati di Malaysia.

”Tahun lalu mencapai 177 orang,” kata Agus seusai pertemuan koordinasi dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia Nusa Tenggara Barat di Senggigi, Lombok Barat, Sabtu (2/4).

Kasus terbaru, kata Agus, dialami Walfrida Soik (17), tenaga kerja wanita asal Desa Raimanus, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang saat ini berada di penjara Pengkalan Cepa, Kota Bahru, karena sedang diproses hukum dengan tuduhan membunuh majikannya bernama Puan Yeap.

Anak dari pasangan Ricardus Mau dan Maria Kolo itu direkrut oleh seorang calo perusahaan pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (TKI), yakni Dominikus Neak, penyuluh KB pada Kantor Kecamatan Raimanus yang bekerja untuk sebuah penampungan TKI di Tenau, Kabupaten Kupang.  Continue reading 30 WNI Terancam Hukuman Mati

Malaysia Setujui Persyaratan Perlindungan

Sumber: Kompas Cetak

Kuala Lumpur, Kompas – Pemerintah Malaysia akhirnya menyetujui persyaratan perlindungan TKI sektor domestik yang diajukan Pemerintah Indonesia. Demikian kesepakatan yang diperoleh dari pertemuan bilateral antara Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia Muhaimin Iskandar dan Menteri Sumber Manusia Malaysia Subramaniam di Hotel Legend, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (21/3).

”Dua tahun terakhir, kedua negara menghadapi isu moratorium ini. Namun, dari pertemuan hari ini telah disepakati bersama terkait beberapa masalah menyangkut keberadaan tenaga kerja Indonesia, khususnya yang bekerja sebagai pembantu rumah. Hal-hal teknis akan dibicarakan lebih detail dalam Joint Working Group. Nanti kesepakatan ini dan detail teknis secara resmi akan disahkan dalam penandatanganan pembaruan MoU antara kedua menteri paling lambat bulan Mei di Jakarta,” kata Subramaniam.  Continue reading Malaysia Setujui Persyaratan Perlindungan

Nelayan RI Dianiaya Polisi Diraja Malaysia

Sumber: Kompas Cetak

Medan, Kompas – Sejumlah nelayan di Belawan mengadukan ke Kepolisian Air Sumatera Utara tentang dugaan penganiayaan yang dilakukan polisi Diraja Malaysia beberapa hari lalu di Selat Malaka. Padahal, mereka masih di perairan Indonesia.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan Zulfachri Siagian menjelaskan, nelayan Indonesia itu masih mencari ikan di perairan Indonesia, tetapi dianggap melewati perbatasan dan dianiaya. ”Beberapa barang mereka juga disita. Ini jelas-jelas tindakan arogan,” ujar Zulfachri di Medan, Kamis (17/3).  Continue reading Nelayan RI Dianiaya Polisi Diraja Malaysia

Lindungi TKI, Pemerintah Gandeng Asosiasi Advokat

Sumber: Tempointeraktif

TEMPO InteraktifJakarta – Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menjalin kerjasama dengan Asosiasi Advokat Indonesia untuk meningkatkan perlindungan tenaga kerja Indonesia. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengharapkan dengan kerjasama itu, perlindungan hukum kepada TKI yang bekerja di luar negeri dapat ditangani dengan cepat dan tuntas.  Continue reading Lindungi TKI, Pemerintah Gandeng Asosiasi Advokat