Sidang CEDAW – Negara Masih Mendiskriminasi Perempuan

Kompas – Kamis, 26 Juli 2012

Meskipun Indonesia sudah 28 tahun meratifikasi Konvensi Perserikatan
Bangsa-Bangsa untuk Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap
Perempuan (CEDAW), kenyataannya diskriminasi terhadap perempuan terus
terjadi, bahkan dilembagakan negara.

Dalam sidang empat tahunannya di Markas PBB, New York, Amerika Serikat,
11 Juli lalu, Komite PenghaPerempuan mempertanyakan keseriusan pemerintah memenuhi kewajibannya
melaksanakan CEDAW. Pemerintah Indonesia meratifikasi konvensi menjadi
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tanpa reservasi terhadap substansi
konvensi. Delegasi Pemerintah RI diketuai Menteri Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari. Juga hadir Komnas Perempuan
yang diwakili wakil ketuanya, Desti Murdijana, dan komisionernya, Andy
Yentriani, serta wakil masyarakat sipil CEDAW Working Group Indonesia.  Continue reading Sidang CEDAW – Negara Masih Mendiskriminasi Perempuan

Advertisements

Pelecehan Nalar Ruang Publik

Sumber: Kompas

Di tengah berbagai persoalan kemasyarakatan yang tak bisa diselesaikan, pernyataan-pernyataan para tokoh di ruang publik, disadari atau tidak, memperlihatkan watak misoginis, penuh kebencian dan prasangka terhadap perempuan. Ironisnya, mereka mewakili lembaga yang merupakan pilar dan mengawal proses demokrasi di negeri ini.

Pernyataan paling akhir muncul dari anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Jimly Asshiddiqie, dalam Seminar Nasional ”Redefinisi Lembaga Pemerintah Non-Kementerian dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia” di Jakarta, Selasa (1/3). Di situ ia mengatakan, ”Yang belum ada komnas untuk janda-janda saja. Kalau ada komnas untuk janda, nanti para duda juga minta dibuatkan komnas.’  Continue reading Pelecehan Nalar Ruang Publik