Serikat Pekerja Pelindo tolak perpanjangan kontrak Hutchison Port Holdings

JAKARTA, Koran Tempo – Ketua Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Nova Hakim, mengatakan Direktur Utama Pelindo II, Richard Joost Lino, masih berkeras mempertahankan perpanjangan kontrak dengan Hutchison Port Holdings, meski sebelumnya didemo ratusan pekerja kemarin. “Solusinya masih menggantung,” kata Nova, ketika dihubungi, kemarin. “Karena itu, kami akan bawa masalah perpanjangan kontrak ini ke pemerintah dan DPR.”

Demonstrasi ratusan karyawan yang berujung pada berhentinya pengoperasian Terminal JITC di Pelabuhan Tanjung Priok ini menuntut pejabat JICT mencabut surat pemutusan hubungan kerja terhadap Manager Kontraktor Relationship Hermanto Usman dan Manajer IT Ikbal. Selain mereka, dua pekerja, yaitu Dardo Pratisto dan Hazris Malsyah, dibebastugaskan. “Kurang tahu apa alasan pemecatannya, tapi mereka ketahuan menolak perpanjangan kontrak Hutchison,” ucapnya. 

Operasi Jakarta International Container Terminal berhenti sejak pukul 4, kemarin pagi, dan ditandai dengan padamnya sistem operasional terminal. Aktivitas bongkar-muat tak bisa dilakukan karena aliran listrik mati dan tak ada pegawai yang menjalankan crane. “Diduga ada yang memadamkan,” ujar Kepala Otoritas Pelabuhan Bay M. Hasani.

Walhasil, pada pukul 08.30, ribuan truk kontainer antre dari depan pintu terminal hingga Jalan Yos Sudarso dan Jalan Cakung-Cilincing sepanjang 5 kilometer. Truk-truk ini semula akan melakukan bongkar-muat sekitar 3.663 kontainer ke kapal Norther figure, Louds Island, dan CSL Panama.

Belakangan, bersama Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Utara, Otoritas akhirnya mengalihkan antrean ke lahan parkir di dalam ataupun luar pelabuhan. Lalu lintas pun kembali lancar. Sekitar pukul 12 siang, kemarin, aktivitas terminal normal setelah Kepala Polda Metro Jaya Inspektor Jenderal Tito Karnavian datang untuk memulai mediasi antara serikat pekerja dan petinggi JICT. JICT pun sepakat mencabut surat PHK dengan pengawalan Polres Jakarta Utara.

Serikat Pekerja menolak perpanjangan kontrak antara Hutchison dan Pelindo II dalam pengelolaan JICT, yang diteken pada Agustus tahun lalu. Di dalam kontrak, 51 persen saham milik Hutchison, 48,9 persen milik Pelindo II, dan 0,1 persen milik Koperasi Pegawai Maritim. Kontrak, yang sejatinya berakhir pada 2019, diperpanjang oleh Pelindo II hingga 2039.

Perpanjangan kontrak ini yang ditolak Serikat Pekerja JICT. Mereka mengatakan kerja sama dengan perusahaan asing tersebut tak diperlukan lagi dan lebih baik dikelola sendiri oleh perusahaan nasional (lihat Tabel Perbandingan Untung Rugi).

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Keterbukaan Informasi Kementerian Perhubungan, Hadi M. Djuraid, enggan berkomentar soal kisruh antara JITC dan Pelindo II itu. “Persoalan tersebut lebih dominan ke manajemen atau korporasi, jadi yang lebih berkepentingan adalah Kementerian BUMN,” katanya. Adapun Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memilih bungkam ketika ditanyai wartawan.

Adapun Staf Ahli Bidang Komunikasi Strategis dan Hubungan Industrial Kementerian BUMN, Hambra, berharap aktivitas bongkar-muat tak lagi terganggu. “JICT dan Pelindo II harus antisipasi soal ini,” katanya.

Research Associate CORE Indonesia Bidang Industri, Ina Primiana Syinar, memperkirakan lumpuhnya Priok kemarin merugikan ekonomi hingga miliaran rupiah. Angka ini didasari fakta bahwa Priok merupakan pelabuhan terbesar tempat bergantung perusahaan logistik. “Sedikit keterlambatan saja menimbulkan kerugian sangat besar bagi perusahaan,” ucapnya. KHAIRUL ANAM | AMIRULLAH | ROBBY IRFANY | TRI ARTINING | URSULA FLORENE | ADITYA BUDIMAN

Advertisements

Published by

Indah Budiarti

Indah Budiarti, bekerja untuk Public Services International (www.world-psi.org) sebagai Organising and Communication Coordinator untuk kantor Asia dan Pasifik. Dia memegang pekerjaan ini sejak bulan April 2007 sampai sekarang. Dia juga bertanggung jawab untuk kegiatan dan aktifitas pekerja muda bagi anggota organisasi ini di wilayah Asia dan Pasifik. Sebelumnya dia adalah PSI Coordinator for Indonesia mulai bulan September 1999 sampai dengan Maret 2007. Dan beliau juga merangkap sebagai Project Coordinator untuk PSI/SASK/JHL Trade Union Development Project for Indonesia 2005-2007. Dia adalah alumni Program Master Kebijakan Buruh dan Globalisasi di Global Labour University Jerman (2009/2010). Isi tulisan dari blog ini adalah tanggungjawab dia dan bukan merupakan pernyataan atau nilai dari organisasi dimana dia bekerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s