Larang Dirikan Serikat Pekerja, Terancam Pidana

Sumber: Pikiran Rakyat

JAKARTA, (PRLM).- Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri menampung curahan hati sejumlah anggota Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) terkait masih adanya larangan pembentukan serikat kerja di daerah tertentu oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Ditegaskan, pelarangan pendirian serikat pekerja (union busting) termasuk pelanggaran hukum dan bisa ditindak secara tegas melalui hukum pidana.

“Larangan pendirian serikat pekerja itu merupakan tindakan pidana. Itu jelas dilarang karena bertentangan dengan Undang-undang soal soal Serikat Pekerja,” kata Hanif seusai mendatangani Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) di stasiun Juanda, Jakarta, Senin (12/1/2015).

SPKA merupakan organisasi serikat pekerja serikat buruh yang termasuk tertua di Indonesia. SPKA memilki jumlah anggota sekitar 15.000 orang.

Hadir Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Ruslan Irianto Simbolon, Ketua Umum SPKA Syafriadi, dan Direktur Utama PT Kereta Api Commuter Jabotabek (KCJ) Tri Handoyo. 

Oleh karena itu, kata Hanif, pihak Kemnaker secara intensif terus bekerja sama dengan lembaga hukum seperti Polri , Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung untuk mencegah dan menangani kasus-kasus union busting di Indonesia.

Pelarangan dan pemberangusan serikat buruh dan pekerja (union busting) bertentangan dengan hak dasar pekerja yang diatur Undang-Undang Dasar 1945 ataupun Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja atau Serikat Buruh. Bahkan, Indonesia juga sudah meratifikasi Konvensi Nomor 98 Organisasi Buruh Internasional tentang Kebebasan Berserikat.

Hanif mengatakan, dalam menangani kasus-kasus union busting pihaknya akan menjembatani pihak manajemen dengan serikat pekerja karena peranan Kemenaker berupa pengawasan dan mediasi. “Kita terus menjembatani permasalahan union busting yang terjadi antara pekerja dan pengusaha untuk mencari solusi terbaik,” katanya.

Namun, Kemnaker tidak bisa melakukan intervensi langsung bila kasus tersebut sudah masuk ke ranah pengadilan. Selama kasus berlangsung antara serikat pekerja dengan manajemen, Kemenaker masih bisa membantu untuk menjembatani.

“Tapi jika menyangkut hubungan industrial itu sudah masuk ke pengadilan kita tidak bisa intervensi pengadilan,” kata Hanif.

Pada pertemuan itu, Menteri Ketenagakerjaan mendengarkan berbagai masalah yang dialami karyawan PT KAI (Persero). Antara lain, soal kepegawaian yang terbagi tiga kelompok. Pertama, pegawai yang masuk kerja sebelum tahun 2009.

Kedua, pegawai yang masuk setelah 2009. Ketiga, pegawai eks PNS yaitu pegawai yang dipindah ke PT KAI (Persero) dari beberapa departemen di kementerian.

Menurut mereka, ketiga kelompok itu mendapat status kerja (pegawai tetap, kontrak dan outsourcing) dan fasilitas yang berbeda-berbeda terkait dengan kesejahteraan pekerja, termasuk masalah gaji, tunjangan, jaminan sosial dan pensiun.

Mendengar itu, Menaker tidak langsung menjanjikan solusi instans. Dia hanya menjelaskan bahwa masalah tersebut melibatkan banyak lembaga sehingga Kemenaker harus berhat-hati menyelesaikan masalah ini dan akan membicarakannya lebih lanjut. (Satrio Widianto/A-89)***

 

Advertisements

Published by

Indah Budiarti

Indah Budiarti, bekerja untuk Public Services International (www.world-psi.org) sebagai Organising and Communication Coordinator untuk kantor Asia dan Pasifik. Dia memegang pekerjaan ini sejak bulan April 2007 sampai sekarang. Dia juga bertanggung jawab untuk kegiatan dan aktifitas pekerja muda bagi anggota organisasi ini di wilayah Asia dan Pasifik. Sebelumnya dia adalah PSI Coordinator for Indonesia mulai bulan September 1999 sampai dengan Maret 2007. Dan beliau juga merangkap sebagai Project Coordinator untuk PSI/SASK/JHL Trade Union Development Project for Indonesia 2005-2007. Dia adalah alumni Program Master Kebijakan Buruh dan Globalisasi di Global Labour University Jerman (2009/2010). Isi tulisan dari blog ini adalah tanggungjawab dia dan bukan merupakan pernyataan atau nilai dari organisasi dimana dia bekerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s