Buntut Kecelakaan Kerja, SP Kahutindo Polisikan Pimpinan PT Kalamur

Sumber: TribunNews Kaltim

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id – Tenggelamnya KM Karya Indah, yang memuat sekitar 40an buruh kayu PT Kalamur masih menyisakan duka. Oelh pengawas di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda, peristiwa tragis yang menewaskan 23 orang tersebut ditetapkan sebagai kecelakaan kerja.

Namun, ketiadaan tindak lanjut dari penetapan status kecelakaan kerja tersebut disayangkan SP Kahutindo. Untuk itu, organisasi yang menaungi buruh pekerja perkayuan ini melaporkan pimpinan PT Kalamur ke pihak kepolisian.

Hal ini diungkapkan Ketua SP Kahutindo, Khoirul Anam, Selasa (21/5). Khoirul mengungkapkan, dugaan terjadinya tindak pidana UU Keselamatan Kerja, maupun UU Jamsostek. “Dalam penetapan oleh pengawas Disnaker, disebutkan yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut ialah PT Kalamur. Karena tidak ada tindak lanjut dari PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil), maka kami berinisiatif melaporkan ke Polresta Samarinda,” tegas Khoirul. 

Pelanggaran UU Ketenagakerjaan yang dimaksud yakni tidak sebandingnya jumlah life jacket(pelampung) yang ada di KM Karya Indah, dengan jumlah penumpang. Selain itu para korban juga tidak pernah mendapatkan safety briefing (pengetahuan tentang keselamatan kerja) dari perusahaan. “Inikan sebuah kejahatan namanya,” kata Khoirul.

Pelanggaran pidana lain yakni UU Jamsostek, yakni tidak didaftarkannya sebagian besar korban sebagai peserta Jamsostek. “Dari 23 korbban tewas, 10 korban terdaftar sebagai peserta Jamsostek, dan sisanya tidak terdaftar,” ungkap Khoirul.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan SP Kahutindo ditemukan banyaknya ahli waris korban yang tidak mendapatkan hak seperti yang seharusnya. “Laporan gajinya dimanipulasi sehingga jaminan yang diperoleh dari Jamsostek tidak sesuai. Harusnya sekitar Rp 90 juta, ini malah hanya sekitar Rp 34 juta,” katanya lagi.

Belum lagi, santunan tersebut masih harus dipotong biaya rumah sakit dan pemakaman. “Itupun (Rp 34 juta) masih dipotong biaya rumah sakit Rp 8 juta, dan biaya pemakaman Rp 5 juta. Coba, di mana belas kasihan perusahaan. PT Kalamur itu perusahaan besar, kalau hanya total santunan Rp 2 miliar, harusnya mereka sangat sanggup,” sebut Khoirul.

 

Berita terkait:

Kahutindo Laporkan PT Kalamur Ke Polisi

Advertisements

Published by

Indah Budiarti

Indah Budiarti, bekerja untuk Public Services International (www.world-psi.org) sebagai Organising and Communication Coordinator untuk kantor Asia dan Pasifik. Dia memegang pekerjaan ini sejak bulan April 2007 sampai sekarang. Dia juga bertanggung jawab untuk kegiatan dan aktifitas pekerja muda bagi anggota organisasi ini di wilayah Asia dan Pasifik. Sebelumnya dia adalah PSI Coordinator for Indonesia mulai bulan September 1999 sampai dengan Maret 2007. Dan beliau juga merangkap sebagai Project Coordinator untuk PSI/SASK/JHL Trade Union Development Project for Indonesia 2005-2007. Dia adalah alumni Program Master Kebijakan Buruh dan Globalisasi di Global Labour University Jerman (2009/2010). Isi tulisan dari blog ini adalah tanggungjawab dia dan bukan merupakan pernyataan atau nilai dari organisasi dimana dia bekerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s