Tag Archives: ILO

ILO Publikasikan “Trade and Employment: Country Report for Indonesia 2013″

8 Jul

Sumber: Warta Ekonomi

WE.CO.ID – Reformasi dan keterbukaan perdagangan memiliki dampak yang besar terhadap ketenagakerjaan, khususnya di negara-negaraberkembang. Sejalan dengan semakin tergantungnya perekonomian Indonesia terhadap perdagangan, dampak perdagangan terhadap ketenagakerjaan di Indonesia menjadi isu penting serta kekhawatiran besar di negara ini.

Untuk mengkaji secara lebih lanjut permasalahan terkait dengan perdagangan dan ketenagakerjaan, Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) meluncurkan publikasi baru bertajuk“Trade and Employment: Country Report for Indonesia”pada Kamis, 4 Juli 2013, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta. Peluncuran ini diselenggarakan oleh ILO melalui Proyek Mengkaji dan Menanggulangi Dampak Perdagangan terhadap Ketenagakerjaan (ETE)”, yang didanai Uni Eropa.

Laporan ini menyoroti hubungan antara perdagangan dan ketenagakerjaan di Indonesia dalam penyusunan kebijakan nasional. Laporan pun disusun berdasarkan studi-studi yang dilakukan Proyek ILO-ETE di Indonesia serta diskusi yang diselenggarakan dalam pertemuan-pertemuan Policy Working Group ETE di Indonesia.  Continue reading

Mempekerjakan Anak Berarti Langgar Hak Anak

13 Jun

Sumber: Inilah

INILAH.COM, Jakarta – Indonesia telah maratifikasi Konvensi ILO tentang bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak sejak tahun 2000 (nomor 182) dan Konvensi ILO mengenai usia minimum memasuki dunia kerja (nomor 138) tahun 1999.

Dengan meratifikasi Konvensi 182 sudah semestinya semua pihak yang terlibat membuat komitmen untuk mengambil tindakan segera dan efektif untuk melarang dan menghapuskan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak.

Keberadaan pekerja anak merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak anak meliputi kesehatan optimal, kehidupan yang layak, hak pendidikan dan akses ke berbagai sumber informasi serta kesempatan bermain.  Continue reading

100-an Orang Demo di Bundaran HI, Minta Jaminan Hak Anak

13 Jun

Sumber: Detik

Jakarta - Seratusan orang dari International Labour Organization (ILO) menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Mereka memperingati hari menentang pekerja anak internasional yang jatuh 12 Juni.

Massa melakukan aksi demo dengan membentangkan spanduk bertuliskan ‘Pekerja Anak Berhak Atas Pendidikan’. Para demonstran menyayikan Indonesia Raya. Mereka juga melepas merpati ke udara.

“Pelepasan burung merpati ini sebagai tanda kebebasan bagi anak-anak Indonesia untuk meraih impian mereka terbebas dari segala eksploitasi,” tutur Humas ILO Gita Lingga di lokasi, Rabu (12/6/2013).

Peserta aksi unjuk rasa ini kompak mengenakan kaos berkerah dengan warna putih. Lingga berharap agar aksi ini didengar oleh pemerintah.

Aksi demo ini berlangsung tertib, sehingga arus lalu-lintas yang jadi langganan jalur pekerja berjalan normal. Sekitar 25 petugas kepolisian berseragam berjaga-jaga.

Lebih 10 juta anak bekerja ‘seperti budak’

13 Jun

Sumber: Tribunnews

Sebagian pekerja anak tidak mempunyai akses pendidikan dan tidak menerima gaji.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) mengatakan jutaan anak di seluruh dunia melakukan pekerjaan rumah tangga yang sering kali berbahaya dan berada di ambang perbudakan.

Dalam laporan yang diterbitkan bertepatan dengan Hari Dunia Menentang Buruh Anak pada 12 Juni, ILO mengatakan saat ini diperkirakan terdapat 10,5 juta anak di seluruh dunia yang mengalami kondisi itu.

Oleh karena itu Organisasi Buruh Internasional menyerukan perlunya peraturan internasional untuk menghapus buruh anak di lingkungan rumah tangga.

“Kita memerlukan kerangka hukum kuat untuk secara jelas mengidentifikasi, mencegah dan memberantas buruh anak di lingkungan rumah tangga, dan untuk menyediakan kondisi kerja memadai kepada remaja ketika mereka boleh bekerja secara sah,” kata seorang pejabat ILO, Constance Thomas.  Continue reading

Sampoerna Dilaporkan ke ILO Atas Dugaan ‘Perbudakan Modern’

12 Jun

Sumber: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dan Partisipasi Indonesia melaporkan Sampoerna Indonesia ke Organisasi Tenaga Kerja Internasional (International Labour Organization/ILO).

Sekertaris Jenderal OPSI Timbul Siregar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/5), mengatakan bahwa laporan tersebut terkait dengan dugaan “perbudakan modern” dalam bentuk “outsourcing” (sistim kerja kontrak) terhadap 65.000 buruh pelinting yang dikelola Sampoerna melalui Mitra Produksi Sigaret (MPS).

“Kami berharap laporan ke ILO bersama KSPSI dan Partisipasi Indonesia dapat menjadi salah satu isu yang dibahas dalam International Labour Conference (ILC) pada tanggal 6–26 Juni di Jenewa, Swiss,” kata Timbul.  Continue reading

Ride for workers’ rights and social justice follows ‘Route of Shame’

7 Jun

Delegasi negara negara ILO saat ini sedang  bertemu di Jenewa dalam Konferensi Perburuhan International (ILC) dari tanggal 5 Juni sampai tanggal 20 Juni.  Delegasi negara tersebut terdiri dari wakil pengusaha, wakil buruh dan wakil pemerintah.

Menggunakan kesempatan tersebut, Public Services International mengelar kegiatan kampanye  the Route of Shame pada tanggal 12 Juni. Kegiatan kampanye dengan naik sepeda bersama mendatangi kedutaan dan kantor misi yang ada di Jenewa ke negara negara yang melakukan pelanggaran hak berserikat dan represif terhadap para buruh dan aktifis serikat buruh. Bagi delegasi Indonesia, silahkan berpartisipasi dalam kampanye tersebut, silahkan baca informasinya secara lengkap di halaman facebook the route of shame atau bagi yang tidak di Jenewa pada tanggal tersebut tetap bisa mendapatkan informasi terkini dengan klik LIKE https://www.facebook.com/TheRouteOfShame

ILO: Lebih 200 Juta Orang Jadi Pengangguran di 2015

4 Jun

Sumber: JNN

JENEWA - Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperingatkan ancaman pengangguran di seluruh dunia akan mencapai lebih dari 200 juta orang pada 2015. Meskipun ada tanda-tanda pemulihan di pasar tenaga kerja, ILO meyakini tingkat pengangguran tetap tinggi dan banyak orang lebih lama tanpa pekerjaan di seluruh dunia.

“Lima tahun setelah krisis keuangan, situasi lapangan kerja tetap tidak merata, dengan muncul dan berkembangnya pemulihan ekonomi yang jauh lebih cepat daripada sebagian besar negara maju,” kata sumber ILO seperti dilansir Telegraph, Senin (3/6).

Di Inggris saja, lebih dari 43 ribu pekerjaan hilang antara kuartal terakhir 2012 dan kuartal pertama 2013. ILO bahkan memperingatkan bahwa Inggris telah terperangkap dalam lingkaran permintaan lapangan kerja yang lemah dan kurangnya investasi produktif.  Continue reading

27 May

Sumber: Antara

Sejak 2008, kami telah menarik 32.663 pekerja anak dari tempat kerja untuk kembali ke sekolah, tahun ini akan kita tarik 11.000 anak dan tahun depan 14.000 anak,” – Muhaimin Iskandar (ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan)

Surabaya (ANTARA News) – Menakertrans Muhaimin Iskandar menargetkan Indonesia akan bebas dari pekerja anak pada 2020 melalui program pengurangan pekerja anak untuk mendukung program keluarga harapan (PPA-PKH).

“Sejak 2008, kami telah menarik 32.663 pekerja anak dari tempat kerja untuk kembali ke sekolah, tahun ini akan kita tarik 11.000 anak dan tahun depan 14.000 anak,” katanya setelah menyerahkan bantuan paket sekolah untuk 2.280 pekerja anak se-Jatim di Surabaya, Kamis.

Didampingi Kepala Disnakertransduk Jatim Hari Sugiri, dia menjelaskan bahwa sekolah adalah hak anak. Oleh karena itu, jutaan anak yang berada di jalanan, rumah tangga miskin, putus sekolah, dan sebagainya harus ditolong untuk kembali ke sekolah.  Continue reading

Konvensi ILO – Buruh Migran sebagai Subyek

24 May

Sumber: Kompas

Setelah menunggu selama hampir 14 tahun, Pemerintah Indonesia akhirnya
mengesahkan ratifikasi Konvensi Internasional tentang Pekerja Migran dan
Anggota Keluarganya melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2012, bulan
April tahun 2012.

Konvensi ini dikenal memiliki watak cukup radikal, terutama karena
membagi tanggung jawab perlindungan pekerja migran kepada negara
penerima. Mengacu pada prinsip dasar Organisasi Buruh Internasional
(ILO) dan prinsip nondiskriminasi dalam HAM, tidak ada lagi istilah
undocumented labour atau pekerja migran ilegal.  Continue reading

Gerakan Buruh dan Kesejahteraan

23 Apr

Sumber: LIPI

DITULIS OLEH TRIYONO

Gerakan buruh telah lama diusung sebagai media untuk mengantarkan buruh ke pintu gerbang kesejahteraan. Gerakan buruh pada awalnya sebagai reaksi atas penindasan kaum pengusaha. Penindasan tersebut berupa upah rendah, jam kerja panjang, tidak adanya jaminan kerja serta jaminan hari tua. Sesuai dengan namanya “gerakan”, sejak awal GB merupakan gerakan politik. Kelahirannya sangat ditentukan oleh perkembangan ideologi buruh yang pada masa itu sudah sangat kosmopolitan. Dalam konteks nasional sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1905 berdiri serikat buruh kereta api (Staats Spor Bond-SS-Bond). Namun gerakan buruh di Indonesia yang telah berusia lebih dari satu abad tersebut mengalami pasang surut. Puncaknya pada masa Orde Baru dimana pada saat itu pemerintah menerapkan sistem Single Union. Reformasi pergerakan buruh kembali semarak setelah pemerintah ratifikasi konvensi ILO No. 101 kebebasan buruh untuk berserikat. Adanya ratifikasi tersebut memberikan angin segar bagi kaum buruh karena setiap buruh memiliki hak yang sama dan kebebasan untuk membentuk konfederasi ataupun serikat pekerja.  Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 40 other followers

%d bloggers like this: