Kesejahteraan di usia pensiun

3 Mar

Sumber: BBC Indonesia

Laporan khusus dari situs BBC Indonesia mengenai jaminan dana pensiun baik bagi pegawai negeri dan swasta. Pensiun di Indonesia masih dirasakan sebagai milik pegawai negeri karena hanya PNS lah yang secara hukum dilindungi untuk mendapat pensiun sementara pekerja di sektor swasta tidak. Namun bukan berarti PNS yang dilindungi untuk memiliki pensiun pun dijamin untuk bisa menikmati hari tua dengan tenang karena jumlah pensiun mereka tidak cukup. Pemerintah hingga kini masih menyisihkan dana Rp40 triliun untuk pembayaran pensiun dari APBN setiap tahun, rencana membuat dana pensiun tidak membebani anggaran pemerintah hingga kini belum berjalan karena pengembangan dana pensiun PNS oleh PT Taspen belum cukup. Disamping itu ada juga perdebatan mengenai usia masa pensiun, 56 tahun, yang dianggap terlalu dini karena di usia ini warga dianggap masih cukup produktif apalagi tingkat harapan hidup di Indonesia sudah meningkat. Undang-Undang untuk melindungi pegawai swasta di hari tua yang hingga kini belum memiliki peraturan pemerintah sehingga tidak bisa dilaksanakan pun tidak mewajibkan perusahaan swasta untuk menyediakan fasilitas pensiun bagi pegawai mereka.

Pengelolaan dana pensiun pegawai negeri. Pemerintah menyerahkan dana pensiun kepada PT Taspen agar tidak membebani APBN. Pemerintah Indonesia setiap tahun harus menyisihkan anggaran sebesar Rp40 triliun untuk membayar pensiun bagi 2,1 juta mantan pegawai negeri sipil atau PNS, angka ini diperkirakan akan meningkat karena setiap tahun setidaknya ada 120 pensiunan baru. Untuk mengantisipasi pembengkakan anggaran untuk pensiun pegawai negeri, pemerintah Indonesia menugaskan PT Taspen untuk mengelola dana pensiun PNS dengan tujuan agar dana itu berkembang dan mandiri. Sekretaris Perusahaan PT Taspen, Faisal Rachman, menjelaskan tugas yang diemban sejak tahun 1987 itu bertujuan meringankan Anggaran Pengeluaran Belanja Negara atau APBN sesuai dengan UU No.11 tahun 1969. “Ini bertujuan membentuk dana pensiun nanti, sehingga dana yang terkumpul sejak 1969 akan menjadi dana yang bisa membiayai dana pensiun. Dengan dialihkan ke PT Taspen diharapkan pemupukan dana itu semakin baik dan semakin mengarah ke sistem yang fully funded,” ujar Faisal Rachman. Baca selanjutnya, klik disini

Tapi pertanyaannya adalah apakah uang pensiun cukup? Salah satu yang menjadi kebingungan banyak pegawai negeri di Indonesia adalah menghitung pendapatan pensiunan mereka. Para pegawai negeri yang sebelumnya bergaji besar sering kali terkejut dengan jumlah uang pensiun yang mereka yang terlalu sedikit. Pun mereka sering heran dengan rekan sejajar mereka di swasta yang mendapat uang pensiun lebih besar dari mereka. ”Persoalannya adalah uang pensiun itu dihitung berdasar gaji pokok seseorang. Nah pegawai negeri sering kali yang besar adalah tunjangannya,” kata Hotbonar Sinaga, ketua Dewan Asuransi Indonesia. ”Sedang pegawai swasta gaji pokok merekalah yang besar dan kecil tunjangannya. Sehingga uang pensiun mereka besar.” Baca selanjutnya disini.

Tetapi apakah memang benar begitu? di Indonesia hanya pegawai negeri yang mendapat jaminan pensiun dari pemerintah sementara perusahaan swasta tidak wajib menyediakannya. Untuk melindungi para pekerja yang berkarir di perusahaan swasta pemerintah mewajibkan perusahaan swasta menyediakan jaminan sosial yang antara lain berupa fasilitas jaminan hari tua lewat UU NO.3 tahun 1992.

Namun, menurut ketua federasi serikat pekerja nasional, Bambang Wirahyoso, jaminan hari tua yang diatur dalam undang-undang ini tidak bisa dianggap sebagai pensiun.

“Jaminan hari tua ini bisa diambil ketika pekerja berusia 55 tahun atau mengalami pemutusan hubungan kerja sepanjang telah lima tahun menjadi anggota. Ini pun belum dijalankan oleh semua perusahaan di Indonesia karena penegakan hukum yang masih lemah oleh pemerintah,” ujar Bambang Wirahyoso yang menambahkan dari sekitar 24-30 juta pekerja formal hanya delapan juga yang sudah dilindungi oleh jaminan sosial tenaga kerja.

“Ini berbeda dengan pensiun, yang pada hakekatnya bisa dinikmati oleh pekerja saat memasuki usia pensiun hingga meninggal, dan kemudian bisa diteruskan oleh pasangannya,” ujar Bambang Wirahyoso. “Pemerintah telah membuat undang-undang yang mengatur soal pensiun seluruh pekerja Indonesia, namun hingga saat ini belum bisa berjalan.” Yang dimaksud oleh Bambang adalah UU No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional atau SJSN, yang belum berlaku karena belum ada peraturan pemerintahnya dan menurut Bambang sifatnya masih sukarela. Baca selanjutnya disini

Berapa usia pensiun yang ideal? Di Indonesia usia pensiun pegawai negeri sipil, 56 tahun, dan swasta, antara 50-55 tahun, bisa dianggap terlalu muda karena angka harapan hidup di negara ini telah meningkat menjadi 70 tahun. Ini dirasakan oleh Tati yang resmi pensiun sebagai pegawai negeri sipil di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di Jakarta pada usia 56 tahun. “Memang kondisi fisik masih bagus, masih kuat tetapi karena peraturan kita harus pensiun. Saya waktu itu karena tidak ambisi banget ya sudah terima saja,” kata Tati yang mulai pensiun tahun 2008.

Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi, Ramli Naibaho mengatakan batas usia pensiun 56 tahun bagi pegawai negeri sipil ditetapkan berdasarkan peraturan yang ada dengan tujuan memberi keuntungan bagi warga.

“Itu diberlakukan sejak tahun 1979. Jadi kondisi tahun 1979. Tentunya ada juga undang-undang di Indonesia yang mengatakan bahwa di atas 60 tahun masuk kelompok lanjut usia, lansia. Jadi diperkirakan waktu itu bahwa dia diberi kesempatan empat tahun untuk menikmati hidupnya sebelum jadi lansia,” kata Ramli Naibaho kepada BBC Indonesia.

Dalam perkembangannya ada perbedaan usia pensiun bagi jabatan-jabatan tertentu, misalnya usia pensiun guru diperpanjang menjadi 60 tahun, guru besar 65 dan bahkan dapat diperpanjang hingga 70, hakim bisa pensiun pada umur 65 tahun sampai 70 tahun.

Aturan itu berlaku bagi pegawai negeri sipil yang saat ini jumlahnya tercatat 4,5 juta orang atau sekitar 2,1% dari total penduduk Indonesia. Adapun usia pensiun TNI adalah 58 dan Polri 60 tahun. Di sektor swasta, usia pensiun lebih rendah lagi tergantung perusahaannya, tapi pada umumnya pada usia 50 atau 55 tahun mereka diminta pensiun walau ada yang bekerja sampai 60 tahun. Baca selanjutnya disini

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 40 other followers

%d bloggers like this: